Sabtu, 13 Juni 2015

Pria Itu

rupanya pria itu yang menghentikan tarian jemariku di
atas keyboard. hingga berbelas, atau barangkali sudah
masuk hitungan berpuluh, bulan kemudian baru
kuingat ada hal yang perlu dituntaskan; ada janji
yang perlu ditunaikan.

kami tak pernah berjumpa, tapi aku bisa mengenalnya
bahkan dengan kelewat jelas. aku bisa membayangkan
sosok dengan pribadinya demikian nyata hanya
berbekal cerita dan ‘testimoni’ orang-orang
terdekatnya. lantas apalah, rasanya jauh jika
berangan manusia sesempurna itu bisa mengenal dan
jatuh sayang padaku. tapi percayalah, kawan, itu
nyata. benar-benar nyata, tak kalah romantis dengan
kasih ibu yang ibarat sang surya.

mungkin kau sudah bisa menerka siapa gerangan yang
sedang kubicarakan. tentu, jika kau mengenalnya
setidaknya sebagaimana aku mengenal lelaki teduh
nan meneduhkan ini. terbayanglah bagaimana sahabat-
sahabatnya dulu gede rasa lantaran masing-masing
merasa paling dekat dan paling sering disanjung! kita
yang sejauh aphelium matahari dengan pluto saja pun
bisa jadi salah tingkah bukan kepalang: hanya-
dengan-membayangkan-besarnya-perhatian-dari-figur-
itu.

pria itu adalah pria kesayangan sekaligus idola ber-
puluh-ratus-ribu-juta umat. bahkan mereka yang
berbeda keyakinan sekalipun sering kali turut angkat
topi dengan kesantunannya. lintas generasi, lintas
budaya, tak jadi batasan. begitulah jika kau telah
menyentuh sekat-sekat manusia dari titik yang amat
universal.

pria itu bernama… ah, rasanya kita sudah sama-sama
tahu dan biarlah tersimpan dalam hati masing-masing.
kebanggaan dan panutan, moga salawat dan salam
senantiasa tercurah padamu, sang junjungan kekasih
tuhan.
#reblog halidew.tumblr.com

Jumat, 12 Juni 2015

Banyak hari yang telah kita lewati sia-sia. Bahkan
kita pun tidak tahu dimana di antara hari-hari itu
yang sia-sia. Jangan-jangan hari ini?
#kurniawangunadi

Kamis, 11 Juni 2015

Pertemuan


Kita mungkin tidak bersatu.

Tidak semua pertemuan itu menyatukan. Seperti pertemuan kita setiap hari pada orang yang berlalu-lalang. Hanya sekedar lewat, sedikit tegur sapa. Ku kira kita pun seperti itu.

Mungkin lebih sedikit. Karena kamu sempat berhenti dan menegurku yang seorang diri. Bertanya sedang apa dan apa kabar. Aku merasa terusik, tapi aku tidak masalah. Sebab kamu yang mengusik.

Tidak semua pertemuan itu menyatukan. Seperti bergantinya siang dan malam. Seperti pasang surutnya air laut. Hanya perasaanku saja aku ingin bersatu. Selamanya bertemu. Tidak mungkin, kan? Tidak pernah ada yang benar-benar tinggal tetap.

Sampai pada satu waktu aku menyadari. Kita memang hanya bertemu. Untuk sekedar tahu, bahwa di dunia ini kita tidak benar-benar seorang diri.
©kurniawangunadi
kau orang baik yang dihadirkan dalam cerita hidupku... tapi tidak untuk disatukan :) #imaslife

Rabu, 03 Juni 2015

“Karena jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan
sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih
nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan apa
yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni
kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi, sepahit
apa pun keadaannya…” - Andrea Hirata, Edensor

“Because if we have tried with all our might to find
something, only to discover in the end that all our
efforts have come to nothing, then the truth is we
have actually found in ourselves what we were
seeking for; we found reality, which must be faced,
no matter how bitter it may be…” - Andrea Hirata, Edensor

#edensor #andrea hirata #personal #quotes #bookworm

Minggu, 31 Mei 2015

Aku Ingin Menjadi

prawitamutia:

seperti Siti Hawa.
tidak pernah menyerah keliling dunia untuk
dipertemukan dengan Adam-nya.

seperti Siti Hajar.
tidak pernah lelah berjalan antara Shofa dan
Marwah untuk menemukan banyu demi Ismail-
nya.

seperti Siti Khadijah.
cerdas dan kaya. supaya bersama suaminya bisa
berbagi untuk sesama.

seperti Aisyah.
menunggu sampai tertidur di depan pintu saat
kesayangannya belum pulang.

seperti Fathimah.
begitu menjaga diri sehingga Allah
memberikannya seseorang yang begitu menjaga
hatinya.

seperti Ibu.
yang meneladani Siti Hawa, Siti Hajar, Siti
Khadijah, Aisyah, dan Fathimah.
yang menjadi teladan untuk kami, anak-anaknya.

aku ingin menjadi yang terbaik.
tidak hanya yang terbaik dari diriku sendiri.
tetapi juga yang terbaik dari yang mungkin kau
dapatkan. yang bisa kau bayangkan.

aku ingin menjadi hadiah untukmu.
seindah pelangi.

#semogakaumenemukankusebagaihadiahterindahdariNya
#senyum

Jumat, 29 Mei 2015

potongan #catatan #tulisan #postingan #TereLiye
Semua wanita terlahir cantik. Dan cantiklah semua wanita yang memiliki pemahaman: bahwa keunggulan fisiknya tidak akan diperlombakan, dipertontonkan, dan hal-hal yang jika
dipikir lebih mendalam, justeru merendahkan diri sendiri.
Keluarga adalah rumah...rumah yang selalu kita
rindukan sejauh apapun kita pergi, kita rindu
pulang padanya..rumah dimana kita jadi sebenar-
benarnya kita tanpa ada kepura-puraan di
dalamnya..
# family end with # ily means # ILoveYou