kemalasan adalah musuh produktivitas
*semangat kamu ima
*hebatkan dirimu
*menangkan!
Senin, 27 April 2015
Minggu, 26 April 2015
Hidup bagaikan sebuah perjalanan menaiki kereta
dengan stasiun-stasiun pemberhentiannya, dengan
perubahan-perubahan rute perjalanan, dan dengan
segala kemalangan-kemalangannya! Tertinggal gerbong
saat di depan mata, kegencet hingga sesak,
kecopetan, barang hilang bahkan terjatuh di peron.
Kita mulai menaiki kereta ini ketika kita lahir, dan
orangtua kita yang memesankan tiket kereta. Kita
menduga bahwa mereka akan selalu bersama kita
dalam perjalanan kereta ini. Namun kenyataan
berkata lain. Di suatu stasiun,orangtua kita akan
turun dari kereta dan meninggalkan kita sendirian
dalam perjalanan ini.
Waktu berlalu, dan penumpang lain akan menaiki
kereta ini. Banyak di antara mereka akan menjadi
orang yang berarti dalam hidup kita. Teman-teman
kita, sahabat kita, pasangan hidup kita, anak-anak
dan orang-orang yang kita sayangi. Kemudian banyak
di antara mereka yang pergi tanpa kita sadari dan
meninggalkan ruang kosong dalam hidup kita. Bahkan
kita tak sadar di mana mereka duduk dan kapan
mereka meninggalkan kereta.
Perjalanan kereta ini akan penuh dengan suka cita,
duka, impian, harapan, ucapan “halo” & “selamat
tinggal”, juga perpisahan. Perjalanan yang indah akan
diwarnai dengan saling menolong, saling mengasihi
dan hubungan baik dengan seluruh penumpang kereta.
Memastikan bahwa kita memberi yang terbaik agar
perjalanan mereka nyaman.
Satu misteri dalam perjalanan yang mempesona ini
adalah: Kita tidak tahu pasti kapan kereta ini berhenti
dan di stasiun mana kita akan turun.
Maka kita harus hidup dengan cara yang terbaik,
menyesuaikan diri, memaafkan dan melupakan
kesalahan orang. Melakukan dan memberikan performa
terbaik yang kita miliki. Sangat penting untuk
melakukan ini.
Sebab, bila tiba saatnya bagi kita untuk meninggalkan
kereta.. Kita harus meninggalkan kenangan indah bagi
mereka yang meneruskan perjalanan di dalam kereta
kehidupan.
sumber : http://www.youngontop.com/notes/ilustrasi-
perjalanan-kereta-jntehxd1
dengan stasiun-stasiun pemberhentiannya, dengan
perubahan-perubahan rute perjalanan, dan dengan
segala kemalangan-kemalangannya! Tertinggal gerbong
saat di depan mata, kegencet hingga sesak,
kecopetan, barang hilang bahkan terjatuh di peron.
Kita mulai menaiki kereta ini ketika kita lahir, dan
orangtua kita yang memesankan tiket kereta. Kita
menduga bahwa mereka akan selalu bersama kita
dalam perjalanan kereta ini. Namun kenyataan
berkata lain. Di suatu stasiun,orangtua kita akan
turun dari kereta dan meninggalkan kita sendirian
dalam perjalanan ini.
Waktu berlalu, dan penumpang lain akan menaiki
kereta ini. Banyak di antara mereka akan menjadi
orang yang berarti dalam hidup kita. Teman-teman
kita, sahabat kita, pasangan hidup kita, anak-anak
dan orang-orang yang kita sayangi. Kemudian banyak
di antara mereka yang pergi tanpa kita sadari dan
meninggalkan ruang kosong dalam hidup kita. Bahkan
kita tak sadar di mana mereka duduk dan kapan
mereka meninggalkan kereta.
Perjalanan kereta ini akan penuh dengan suka cita,
duka, impian, harapan, ucapan “halo” & “selamat
tinggal”, juga perpisahan. Perjalanan yang indah akan
diwarnai dengan saling menolong, saling mengasihi
dan hubungan baik dengan seluruh penumpang kereta.
Memastikan bahwa kita memberi yang terbaik agar
perjalanan mereka nyaman.
Satu misteri dalam perjalanan yang mempesona ini
adalah: Kita tidak tahu pasti kapan kereta ini berhenti
dan di stasiun mana kita akan turun.
Maka kita harus hidup dengan cara yang terbaik,
menyesuaikan diri, memaafkan dan melupakan
kesalahan orang. Melakukan dan memberikan performa
terbaik yang kita miliki. Sangat penting untuk
melakukan ini.
Sebab, bila tiba saatnya bagi kita untuk meninggalkan
kereta.. Kita harus meninggalkan kenangan indah bagi
mereka yang meneruskan perjalanan di dalam kereta
kehidupan.
sumber : http://www.youngontop.com/notes/ilustrasi-
perjalanan-kereta-jntehxd1
Sabtu, 25 April 2015
one day, i never figure out if i met you. the one who makes me mesmerizing in crowding daily never feel. you, the name whose always come to my dream cracking my flat zonr into a big better serendipity and my brain suddenly going to a simple conversation that we have in our day. a simple word that always said "ya saya" if one of us say hai...to the other.
dear, can i adding the consonant "ng" to our simple replied conversation? i mean, can we go faster? i have a big dream that must share with you.
and, if my dream too high, i just want to trapped in our conversation which breaking out from "ya saya" to be "ya saya(ng)".
*copas
dear, can i adding the consonant "ng" to our simple replied conversation? i mean, can we go faster? i have a big dream that must share with you.
and, if my dream too high, i just want to trapped in our conversation which breaking out from "ya saya" to be "ya saya(ng)".
*copas
Jumat, 24 April 2015
Kamis, 23 April 2015
Dan untukmu cinta,
di manapun engkau berada...
bagaimanapun keadaanmu saat ini...
Dan entah siapa pun dirimu...
sesungguhnya aku menyadari dirimu ada, ada dan
ada!
Tetaplah indah terjaga di sana,
terangkum lembut dalam perlindungan,
serta tersimpan tenang dalam kedamaian......
dapat dr mana lg kata kata ini?
di manapun engkau berada...
bagaimanapun keadaanmu saat ini...
Dan entah siapa pun dirimu...
sesungguhnya aku menyadari dirimu ada, ada dan
ada!
Tetaplah indah terjaga di sana,
terangkum lembut dalam perlindungan,
serta tersimpan tenang dalam kedamaian......
dapat dr mana lg kata kata ini?
Rabu, 22 April 2015
Selasa, 21 April 2015
Senin, 20 April 2015
kau tak kan bisa menemukanku disemua sosial media yang kau punya, kau takkan menemukanku di dinginnya embun pagi, tidak juga di teriknya matahari atau di derasnya hujan. Tapi satu hal tentang hujan...dan mungkin ini kabar baik bagimu....kau bisa mencariku di kala hujan, caranya? dengan doa...karena Dia sendiri yg mengatakan berdoalah ketika hujanNya menyapa bumi. Sebab kala itu doamu mudah dijabahNya. sebut aku dalam doamu...mungkin saja kan aku pun sedang menyebut namamu di doaku...hingga doa kita bertemu di langit langitNya...siapa tahu kan?
*hujan deras di sebuah kota sebelah barat celebes...
*hujan deras di sebuah kota sebelah barat celebes...
You are never too old to set another goal or to dream a new dream.. tak ada kata tua tuk terus mengejar mimpi dan cita begitupun dalam hal belajar tak ada kata tua dan terlambat. Yang perlu kau lakukan saat ini adalah memulainya...karena mimpi dan cita tak akan pernah bisa digapai tanpa ada langkah awal...mulailah dimana kamu berada sekarang, gunakan segala kemampuan yang engkau miliki dan lakukan semampu yang kau bisa lalu biarkan Allah yang menentukan hasil akhirnya..Selamat memulai! Kamu bisa karena Allah membisakan orang yang tidak menyerah :)
Minggu, 19 April 2015
Sabtu, 18 April 2015
Biasanya
Biasanya, ceritanya hampir selalu begini. Kamu
suka sama seseorang yang mana orang itu suka
sama orang lain. Kamu mencari yang jauh
sementara ada orang di dekatmu yang diam-diam
mencarimu. Kamu menolak orang lain demi
seseorang yang ternyata juga menolakmu.
Biasanya, ceritanya hampir demikian. Kita
mengejar sesuatu yang bukan ditakdirkan untuk
kita. Kita lupa mensyukuri nikmat-nikmat yang
kecil. Kita tidak peduli dengan sekitar, bahkan
tidak peduli dengan mereka yang peduli. Kita
berharap dipedulikan oleh seseorang yang lebih
peduli pada orang lain.
Biasanya, kita menyimpan segala hal untuk kita
sendiri. Tidak pernah diceritakan kepada orang
lain sampai pada sebuah kenyataan bahwa kita
terlambat untuk mengungkapkan.
Biasanya kita terlalu sibuk dengan pikiran kita
sendiri. Membuat dunia yang ideal dalam pikiran
berdasar asumsi sendiri. Membuat angan seolah
kenyataan, membuat harapan seolah berbalas.
Padahal tidak.
Biasanya kita menyadari pada satu titik, tapi
biasanya pula kita mengulangi hal yang sama lagi.
Begitu seterusnya berulang berkali-kali, sampai
pada titik nanti kita akan menyadari bahwa kita
telah melewatkan banyak hal baik, kita telah
membuang banyak kesempatan baik, kita telah
membuang orang-orang yang baik, kita telah
semakin tua, dan kita baru sadar bahwa kita
menjadi orang yang tidak hanya merugi, tapi
celaka.
Biasanya yang namanya penyesalan itu datang
terlambat. Tapi, kita merasa bahwa hidup kita
akan berjalan sesuai dengan perasaan kita.
Padahal tidak.
Rumah, 18 April 2015 | ©kurniawangunadi
suka sama seseorang yang mana orang itu suka
sama orang lain. Kamu mencari yang jauh
sementara ada orang di dekatmu yang diam-diam
mencarimu. Kamu menolak orang lain demi
seseorang yang ternyata juga menolakmu.
Biasanya, ceritanya hampir demikian. Kita
mengejar sesuatu yang bukan ditakdirkan untuk
kita. Kita lupa mensyukuri nikmat-nikmat yang
kecil. Kita tidak peduli dengan sekitar, bahkan
tidak peduli dengan mereka yang peduli. Kita
berharap dipedulikan oleh seseorang yang lebih
peduli pada orang lain.
Biasanya, kita menyimpan segala hal untuk kita
sendiri. Tidak pernah diceritakan kepada orang
lain sampai pada sebuah kenyataan bahwa kita
terlambat untuk mengungkapkan.
Biasanya kita terlalu sibuk dengan pikiran kita
sendiri. Membuat dunia yang ideal dalam pikiran
berdasar asumsi sendiri. Membuat angan seolah
kenyataan, membuat harapan seolah berbalas.
Padahal tidak.
Biasanya kita menyadari pada satu titik, tapi
biasanya pula kita mengulangi hal yang sama lagi.
Begitu seterusnya berulang berkali-kali, sampai
pada titik nanti kita akan menyadari bahwa kita
telah melewatkan banyak hal baik, kita telah
membuang banyak kesempatan baik, kita telah
membuang orang-orang yang baik, kita telah
semakin tua, dan kita baru sadar bahwa kita
menjadi orang yang tidak hanya merugi, tapi
celaka.
Biasanya yang namanya penyesalan itu datang
terlambat. Tapi, kita merasa bahwa hidup kita
akan berjalan sesuai dengan perasaan kita.
Padahal tidak.
Rumah, 18 April 2015 | ©kurniawangunadi
Jumat, 17 April 2015
Kamis, 16 April 2015
Rabu, 15 April 2015
Selasa, 14 April 2015
Senin, 13 April 2015
Kalaupun Tidak
Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu
memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti
perasaan tersebut.
Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh
akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak,
akan diganti dengan orang yang lebih baik.
*Tere Liye
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu
memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti
perasaan tersebut.
Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh
akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak,
akan diganti dengan orang yang lebih baik.
*Tere Liye
Minggu, 12 April 2015
Ku kira Hujan
Hadirmu ku kira adalah hujan yang meyapa tanah gersangku.Ternyata kamu hanya sekedar mendung yang berlalu...Mendung tak selalu membawa bulir-bulir hujan aku salah mengartikan pertanda yang diberitakan oleh langit...
Tapi aku selalu percaya hujan akan jatuh bila memang sudah waktunya di tempat yang tepat di tanah yang telah tertakdirkan....Dari dulu rumus hujan selalu begitu.
Dan aku tak perlu risau lagi kan?
Tapi aku selalu percaya hujan akan jatuh bila memang sudah waktunya di tempat yang tepat di tanah yang telah tertakdirkan....Dari dulu rumus hujan selalu begitu.
Dan aku tak perlu risau lagi kan?
Jumat, 10 April 2015
Harapan
Batu sekeras apapun akan hancur oleh hujan yang tak pernah berhenti. Besi sekuat apapun akan rapuh dan berkarat oleh hujan yang tak pernah berhenti.Tanah segersang apapun bisa menjadi subur oleh hujan yang tak pernah berhenti.
Akan aku beritakan sesuatu kepadamu.
Hatimu ini ibarat batu, ibarat besi, atau tanah gersang. Jika pada suatu hari hujan datang dan sedikit demi sedikit dan karena keteguhannya kamu akan menjadi luluh.
Paling tidak, kamu harus mempertahankan dirimu cukup lama untuk mengetahui; apakah hujan hanya sebentar kemudian datang musim kering lagi hingga bertahun-tahun?
Atau dia hanya datang menggodamu dengan mendung dan gerimisnya dan setelah kamu -sebagai tanah gersang-berharap hujan turun, ternyata dia justru turun di tempat lain.
Hati-hati menumbuhkan harap.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
© Kurniawan Gunadi
Kutipan Buku
Kutipan Buku Inspiratif " Ya Allah, Siapa Jodohku? "
Buku inspiratif ini ditulis oleh Ahmad Rifa'i Rif'an.
Lets Cekidot ^^
Jodoh emang Tuhan yang nentuin, tapi untuk
mendapatkannya, kita diminta untuk ikhtiar. Bukan
dengan diam menanti.
Wanita yang dijamin masuk surga itu mengungkapkan
cintanya. Seperti Khadijah yang mengagumi
Muhammad.
Inilah janji Allah : orang baik akan dipertemukan
dengan orang baik.
Kalau kita sudah dekat dengan Allah, surga aja
dikasih. Apalagi cuma jodoh. Itu sangat mudah bagi
Allah.
Rabbii laa tadzarnii fardan.. Tuhanku, jangan
biarkan aku sendiri.
Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan
jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-
Alikan kekasihmu.
Jika ada orang yang bilang sangat mencintaimu
padahal ia suka meninggalkan shalat, tak pernah baca
Al-Qur'an, puasa Ramadhan jarang, segera
tinggalkan dia. Tuhannya yang setiap hari
mengaruniakan rezeki berlimpah saja tak ia cinta,
apalagi dirimu.
Allah, asal cinta-Mu terus mengalir, ku tak peduli
meski celaan manusia tiada akhir.
Wanita yang mulia adalah yang paling ringan mas
kawinnya.
Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat.
" Hey, ini malam minggu. Ngapain dirumah aja?
Kasian amat."
" Iya mau dirumah aja. Kata mama, malem minggu
banyak setan keluyuran. Apalagi ditempat yang
remang-remang. Setannya lagi galak-galaknya. "
Hehe.
" Hari gini masih jomblo? Ke laut aja daaah... ! "
" Hari gini masih pacaran? Ke neraka aja daaah... ! "
Nikah itu menyukseskan, mengayakan, menenangkan,
memapankan.
Lebih penting mencintai yang dinikahi daripada
menikahi yang dicintai.
Syukurilah apa yang sudah kau yakini untuk kau pilih
menjadi kekasih halalmu. Tak ada manusia yang
sempurna. Manusia didampingkan dengan jodohnya
justru agar mereka bisa saling melengkapi yang belum
lengkap. Menyempurnakan yang belum sempurna.
Ungkapkan seperti apa kekasih halal yang akan
engkau idamkan. Sebutkan secara detail pada Allah
segala kriteria baik yang engkau harapkan hadir
dalam diri jodohmu kelak.
Jadilah perempuan yang lembut tetapi tegas. Santun
tetapi berani mempertanyakan hal seserius ini.
Pria yang baik tidak akan pernah mengecewakan
perempuan yang dicintainya. Pria yang baik tidak
akan pernah membuat wanitanya menunggu terlalu
lama. Pria yang baik akan datang menjemput wanita
yang dicintainya sesegera mungkin.
Hidup adalah perjalanan panjang namun hanya punya
satu tujuan: mengabdi kepada Sang Pemilik Hidup.
Cinta dan sayang itu harus dibuktikan dengan aksi
yang nyata.
Tiduuuuuuuur terus, kapan kerjanya?
Galaaaaaaaau terus, kapan senengnya?
Belanjaaaaaa terus, kapan sedekahnya?
Pacaraaaaaan terus, kapan nikahnya?
Kecantikan sejati yang tak mudah terkikis oleh usia,
adalah kecantikan dalam jiwamu. Kecantikan hatimu.
Dengan bertahajud aura yang kau pancarkan jauh
lebih berkilau, karena pancaran itu hadir dari cahaya
Tuhan.
Keccantikan jiwa akan memancarkan aura yang jauh
lebih berkilau dibandingkan dengan kecantikan fisik.
Cantiknya fisik akan berkurang seiring pertambahan
usia, sementara cantiknya jiwa tak akan luntur
meski usia telah merenta.
Nikahilah para wanita karena 'dien' nya. Sungguh
budak perempuan yang sebagian hidungnya terpotong
dan telinganya sobek, berkulit hitam (tetapi)
memiliki 'dien' adalah lebih utama.
Kekasih yang saleh: saat cinta ia akan
memuliakanmu, saat marah ia tak akan
menghinakanmu.
Jatuh cinta itu keputusan, bukan kebetulan. Cinta
hadir bukan karena diundang. Cinta hadir karena
kita mengizinkan jiwa untuk jatuh cinta.
Bukti paling nyata bagi orang yang benar-benar
mencintaimu adalah khitbah, lalu nikah.
Cinta itu seperti layaknya iman, diucap dengan lisan,
diyakini dalam hati, lalu diungkapkan dengan
perbuatan. Diungkapkan dengan I Love You.
Dirasakan dalam Qalbu. Dibuktikan dengan Qobiltu.
Kalau cuma bilang I love you berjuta kali, balita juga
bisa.
Cinta memang tak selalu berwujud kata-kata
romantis, bisikan mesra, atau tatapan sayang seperti
yang digembor-gemborkan drama picisan. Cinta lebih
merupakan perjuangan yang tak jarang berlumur
peluh dan air mata untuk membawa keluarganya
menuju kebahagiaan sejati. Bahagia menggapai
keridhaan Tuhan.
Jangan menilai keromantisan dengan sepotong
cokelat, sepucuk mawar, atau kalimat-kalimat gombal
yang membuatmu melayang terbuai oleh rayu. Karena
sungguh, akhlak yang mulia adalah keromantisan
yang tiada duanya.
Cinta selalu mengharapkan perbaikan diri, perbaikan
sikap, perbaikan hati. Cinta selalu mendamba
kebaikan bagi yang dicintainya.
Rasulullah mewasiatkan, manusia beruntung adalah
yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Manusia
merugi adalah yang hari ini sama dengan hari
kemarin. Sedangkan yang hari ini lebih buruk dari
hari kemarin, di cap sebagai manusia yang celaka.
Suami istri itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak
sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah
persis berdampingan, tapi tujuannya sama. Walau tak
pernah bisa ganti posisi, namun saling melengkapi.
Selalu sederajad, tidak ada yang lebih rendah atau
yang lebih tinggi. Bila yang satu hilang, maka yang
lain tak punya arti.
Mau minta tolong siapa lagi kalau nggak ke Allah.
Jodoh nggak datang-datang banyak sebabnya. Bisa
karena kemaksiatan kita yang belum terampuni. Yang
ini kudu perbanyak tobat.
Allah nggak akan ngubah nasib hamba-Nya yang cuma
twitteran sambil bilang, "semoga nasibku segera
berubah".
Nikah tuh keren banget. Baru bangun tidur di
sebelah sudah ada bidadari yang senyum menyambut,
Met pagi, sayaaang. Habis jemaah subuh, jalan-jalan
pagi ada yang nemenin. Mau keluar ada yang
dipamitin. Sedang kerja ada yang doain. Pas tidur
ada yang dicurhatin. Daripada boros dipakai traktirin
pacar, mending dipakai nafkahi istri. Nafkahin istri
bernilai infak. Nafkahin pacar?
Jangan jadi manusia yang mellow, yang dikit-dikit
nangis karena persoalan cinta yang kadang rumit.
Jadilah manusia yang hebat, yang tetap semangat
meski sedang menghadapi guncangan cinta yang
dahsyat.
Umpama dia di langit, kamu di bumi, kalau dia emang
jodoh kamu, kalian pasti akan ketemu lagi.
Tuhan, pertemukan hamba dengan jodoh terbaik yang
telah Engkau persiapkan untuk hamba. Hamba yakin,
pilihan-Mu tak kan salah.
Tuhan hanya mengabulkan doa orang yang sudah siap
menerima pengabulan doa.
Saat semua orang bertanya, " Apa yang kau sukai
dari dia? " Kau dengan senyum menjawab, " Aku tak
tahu. Yang ku tahu, hadirnya adalah bahagia ku.
Hadirku adalah bahagianya. Hadirnya telah
membuatku dekat dengan Tuhanku." Yakinlah, itulah
jodohmu. Indah bukan?
Aku memang mencintaimu, tapi sungguh aku ingin
lebih mencintai-Nya. Aku memang takut kehilangan
cintamu, tapi sungguh aku jauh lebih takut
kehilangan cinta-Nya. Aku memang ingin memilikimu,
tapi sungguh jiwa ragaku hanya milik-Nya.
Bagaimana mungkin aku memilihmu dan
mendurhakai-Nya, sementara Dia lah penciptaku.
Penantian jodoh terbaik adalah dengan memperbaiki
diri.
Sebelum kau menangis, pastikan dulu bahwa yang
kau tangisi itu adalah orang yang terbaik bagimu.
Jangan pernah meneteskan air mata untuk orang
yang buruk bagimu.
Jangan terlalu mudah dibuat sedih oleh orang yang
belum tentu akan bertemu kita di akad nikah. Air
matamu terlalu sayang untuk menangisi hal itu.
Ketika jarak antara kau dan Tuhan sedemikian jauh,
mana mungkin doamu akan dikabulkan-Nya.
Jika Allah berkehendak untuk menjauhkan keburukan
dan melimpahkan kebaikan kepada hamba-Nya, maka
akan diilhamkan kepada hamba-Nya untuk berdoa.
Sehingga Allah menjadikan takdir doa itu sebagai
faktor penyebab terjadinya takdir yang lain.
Mencintai itu takdir. Menikahi itu nasib. Namun
yakinlah, keduanya bisa diupayakan. Takdir dan
nasib bisa diubah. Rasul bersabda, ubahlah takdirmu
dengan doamu.
Jika ada lelaki yang bilang menyukaimu, tanya
padanya, kapan kau akan menikahiku? ^^
Buku inspiratif ini ditulis oleh Ahmad Rifa'i Rif'an.
Lets Cekidot ^^
Jodoh emang Tuhan yang nentuin, tapi untuk
mendapatkannya, kita diminta untuk ikhtiar. Bukan
dengan diam menanti.
Wanita yang dijamin masuk surga itu mengungkapkan
cintanya. Seperti Khadijah yang mengagumi
Muhammad.
Inilah janji Allah : orang baik akan dipertemukan
dengan orang baik.
Kalau kita sudah dekat dengan Allah, surga aja
dikasih. Apalagi cuma jodoh. Itu sangat mudah bagi
Allah.
Rabbii laa tadzarnii fardan.. Tuhanku, jangan
biarkan aku sendiri.
Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan
jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-
Alikan kekasihmu.
Jika ada orang yang bilang sangat mencintaimu
padahal ia suka meninggalkan shalat, tak pernah baca
Al-Qur'an, puasa Ramadhan jarang, segera
tinggalkan dia. Tuhannya yang setiap hari
mengaruniakan rezeki berlimpah saja tak ia cinta,
apalagi dirimu.
Allah, asal cinta-Mu terus mengalir, ku tak peduli
meski celaan manusia tiada akhir.
Wanita yang mulia adalah yang paling ringan mas
kawinnya.
Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat.
" Hey, ini malam minggu. Ngapain dirumah aja?
Kasian amat."
" Iya mau dirumah aja. Kata mama, malem minggu
banyak setan keluyuran. Apalagi ditempat yang
remang-remang. Setannya lagi galak-galaknya. "
Hehe.
" Hari gini masih jomblo? Ke laut aja daaah... ! "
" Hari gini masih pacaran? Ke neraka aja daaah... ! "
Nikah itu menyukseskan, mengayakan, menenangkan,
memapankan.
Lebih penting mencintai yang dinikahi daripada
menikahi yang dicintai.
Syukurilah apa yang sudah kau yakini untuk kau pilih
menjadi kekasih halalmu. Tak ada manusia yang
sempurna. Manusia didampingkan dengan jodohnya
justru agar mereka bisa saling melengkapi yang belum
lengkap. Menyempurnakan yang belum sempurna.
Ungkapkan seperti apa kekasih halal yang akan
engkau idamkan. Sebutkan secara detail pada Allah
segala kriteria baik yang engkau harapkan hadir
dalam diri jodohmu kelak.
Jadilah perempuan yang lembut tetapi tegas. Santun
tetapi berani mempertanyakan hal seserius ini.
Pria yang baik tidak akan pernah mengecewakan
perempuan yang dicintainya. Pria yang baik tidak
akan pernah membuat wanitanya menunggu terlalu
lama. Pria yang baik akan datang menjemput wanita
yang dicintainya sesegera mungkin.
Hidup adalah perjalanan panjang namun hanya punya
satu tujuan: mengabdi kepada Sang Pemilik Hidup.
Cinta dan sayang itu harus dibuktikan dengan aksi
yang nyata.
Tiduuuuuuuur terus, kapan kerjanya?
Galaaaaaaaau terus, kapan senengnya?
Belanjaaaaaa terus, kapan sedekahnya?
Pacaraaaaaan terus, kapan nikahnya?
Kecantikan sejati yang tak mudah terkikis oleh usia,
adalah kecantikan dalam jiwamu. Kecantikan hatimu.
Dengan bertahajud aura yang kau pancarkan jauh
lebih berkilau, karena pancaran itu hadir dari cahaya
Tuhan.
Keccantikan jiwa akan memancarkan aura yang jauh
lebih berkilau dibandingkan dengan kecantikan fisik.
Cantiknya fisik akan berkurang seiring pertambahan
usia, sementara cantiknya jiwa tak akan luntur
meski usia telah merenta.
Nikahilah para wanita karena 'dien' nya. Sungguh
budak perempuan yang sebagian hidungnya terpotong
dan telinganya sobek, berkulit hitam (tetapi)
memiliki 'dien' adalah lebih utama.
Kekasih yang saleh: saat cinta ia akan
memuliakanmu, saat marah ia tak akan
menghinakanmu.
Jatuh cinta itu keputusan, bukan kebetulan. Cinta
hadir bukan karena diundang. Cinta hadir karena
kita mengizinkan jiwa untuk jatuh cinta.
Bukti paling nyata bagi orang yang benar-benar
mencintaimu adalah khitbah, lalu nikah.
Cinta itu seperti layaknya iman, diucap dengan lisan,
diyakini dalam hati, lalu diungkapkan dengan
perbuatan. Diungkapkan dengan I Love You.
Dirasakan dalam Qalbu. Dibuktikan dengan Qobiltu.
Kalau cuma bilang I love you berjuta kali, balita juga
bisa.
Cinta memang tak selalu berwujud kata-kata
romantis, bisikan mesra, atau tatapan sayang seperti
yang digembor-gemborkan drama picisan. Cinta lebih
merupakan perjuangan yang tak jarang berlumur
peluh dan air mata untuk membawa keluarganya
menuju kebahagiaan sejati. Bahagia menggapai
keridhaan Tuhan.
Jangan menilai keromantisan dengan sepotong
cokelat, sepucuk mawar, atau kalimat-kalimat gombal
yang membuatmu melayang terbuai oleh rayu. Karena
sungguh, akhlak yang mulia adalah keromantisan
yang tiada duanya.
Cinta selalu mengharapkan perbaikan diri, perbaikan
sikap, perbaikan hati. Cinta selalu mendamba
kebaikan bagi yang dicintainya.
Rasulullah mewasiatkan, manusia beruntung adalah
yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Manusia
merugi adalah yang hari ini sama dengan hari
kemarin. Sedangkan yang hari ini lebih buruk dari
hari kemarin, di cap sebagai manusia yang celaka.
Suami istri itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak
sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah
persis berdampingan, tapi tujuannya sama. Walau tak
pernah bisa ganti posisi, namun saling melengkapi.
Selalu sederajad, tidak ada yang lebih rendah atau
yang lebih tinggi. Bila yang satu hilang, maka yang
lain tak punya arti.
Mau minta tolong siapa lagi kalau nggak ke Allah.
Jodoh nggak datang-datang banyak sebabnya. Bisa
karena kemaksiatan kita yang belum terampuni. Yang
ini kudu perbanyak tobat.
Allah nggak akan ngubah nasib hamba-Nya yang cuma
twitteran sambil bilang, "semoga nasibku segera
berubah".
Nikah tuh keren banget. Baru bangun tidur di
sebelah sudah ada bidadari yang senyum menyambut,
Met pagi, sayaaang. Habis jemaah subuh, jalan-jalan
pagi ada yang nemenin. Mau keluar ada yang
dipamitin. Sedang kerja ada yang doain. Pas tidur
ada yang dicurhatin. Daripada boros dipakai traktirin
pacar, mending dipakai nafkahi istri. Nafkahin istri
bernilai infak. Nafkahin pacar?
Jangan jadi manusia yang mellow, yang dikit-dikit
nangis karena persoalan cinta yang kadang rumit.
Jadilah manusia yang hebat, yang tetap semangat
meski sedang menghadapi guncangan cinta yang
dahsyat.
Umpama dia di langit, kamu di bumi, kalau dia emang
jodoh kamu, kalian pasti akan ketemu lagi.
Tuhan, pertemukan hamba dengan jodoh terbaik yang
telah Engkau persiapkan untuk hamba. Hamba yakin,
pilihan-Mu tak kan salah.
Tuhan hanya mengabulkan doa orang yang sudah siap
menerima pengabulan doa.
Saat semua orang bertanya, " Apa yang kau sukai
dari dia? " Kau dengan senyum menjawab, " Aku tak
tahu. Yang ku tahu, hadirnya adalah bahagia ku.
Hadirku adalah bahagianya. Hadirnya telah
membuatku dekat dengan Tuhanku." Yakinlah, itulah
jodohmu. Indah bukan?
Aku memang mencintaimu, tapi sungguh aku ingin
lebih mencintai-Nya. Aku memang takut kehilangan
cintamu, tapi sungguh aku jauh lebih takut
kehilangan cinta-Nya. Aku memang ingin memilikimu,
tapi sungguh jiwa ragaku hanya milik-Nya.
Bagaimana mungkin aku memilihmu dan
mendurhakai-Nya, sementara Dia lah penciptaku.
Penantian jodoh terbaik adalah dengan memperbaiki
diri.
Sebelum kau menangis, pastikan dulu bahwa yang
kau tangisi itu adalah orang yang terbaik bagimu.
Jangan pernah meneteskan air mata untuk orang
yang buruk bagimu.
Jangan terlalu mudah dibuat sedih oleh orang yang
belum tentu akan bertemu kita di akad nikah. Air
matamu terlalu sayang untuk menangisi hal itu.
Ketika jarak antara kau dan Tuhan sedemikian jauh,
mana mungkin doamu akan dikabulkan-Nya.
Jika Allah berkehendak untuk menjauhkan keburukan
dan melimpahkan kebaikan kepada hamba-Nya, maka
akan diilhamkan kepada hamba-Nya untuk berdoa.
Sehingga Allah menjadikan takdir doa itu sebagai
faktor penyebab terjadinya takdir yang lain.
Mencintai itu takdir. Menikahi itu nasib. Namun
yakinlah, keduanya bisa diupayakan. Takdir dan
nasib bisa diubah. Rasul bersabda, ubahlah takdirmu
dengan doamu.
Jika ada lelaki yang bilang menyukaimu, tanya
padanya, kapan kau akan menikahiku? ^^
Rabu, 08 April 2015
Bila Cinta
Ketika seorang anak manusia memiliki cinta kepada seseorang. Yang merasakan cinta tidak hanya hatinya. Tapi seluruh tubuh dan jiwanya. Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke tangannya, membuatnya selalu berupaya membantu memudahkan setiap urusan hidupnya. Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke kakinya dan membuatnya bersedia berjalan beriringan dengan orang yang dicintai, tidak berlari tidak juga terlalu lambat. Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke matanya hingga tidak lagi fisik menjadi penyebab hilangnya cinta, seseorang menjadi tampak mempesona, dan mata yang selalu memandang dengan aman dan melindungi, tidak hanya nyaman. Bukankah pernah kamu temui tatapan mata yang merenggut dan menelanjangi dirimu, membuatmu takut dan berusaha berlari?
Ketika seorang anak manusia memiliki cinta. Maka hatinya akan meneruskan perasaan itu ke seluruh sendinya. Membuat seorang manusia menjadi lebih ringan dan nyaman dalam menjalani hidupnya yang berat. Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke pikirannya, menjadikannya berpikir lebih jernih dan bijaksana.
Hanya saja, bila tidak berhati-hati. Tidak hanya cinta yang jatuh, tapi juga seluruh bagian diri yang ikut merasakannya. Tidak hanya cinta yang jatuh, tapi juga logikanya, mungkin juga impiannya,
©kurniawangunadi
Demi Mimpi
Setiap orang memiliki impian. Meski diam-diam
tidak diutarakan, ada saja hal-hal yang
memenuhi pikirannya. Tentang sesuatu yang
ingin dicapainya di masa-masa yang akan
datang. Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu
dengan kejadian yang membuat saya paham
bahwa impian sekecil apapun membutuhkan
pengorbanan.
Kadang atau mungkin sering, impian kita
dipandang tidak berharga oleh orang lain.
Dicemooh oleh orang lain. Ditertawakan bahkan
diragukan. Sampai-sampai membuat kita sendiri
ragu terhadap impian yang kita miliki. Membuat
kita urung untuk mewujudkannya karena takut
ditertawakan atau dipandang aneh. Impian yang
hidup dalam diri kita perlahan-lahan kita
abaikan.
Saya paham, bahwa untuk mewujudkan impian
itu ada harga yang harus dibayar. Entah dengan
berlelah belajar, bekerja keras, kehilangan
relasi, kehilangan kepercayaan, ditertawakan.
Apapun itu. Ketika orang lain melihat sebelah
mata pada apa yang telah saya putuskan, saya
masih memiliki orang-orang yang mendukung
saya untuk mewujudkannya. Impian yang
mungkin tidak akan menjanjikan kelimpahan
materi (uang) dimana orang pada umumnya
begitu mengejarnya. Impian yang mungkin tidak
akan menjanjikan ketenaran ataupun nama
besar, atau posisi penting.
Impian itu, biar sekecil apapun, biar dianggap
sepele orang lain. Namanya tetap impian.
Mungkin, impian kita tidak seperti keinginan
orang tua atau pendapat masyarakat, tapi dia
tetap impian. Sesuatu yang akan terus hidup
bahkan mungkin sampai kita mati. Terngiang-
ngiang di hari tua nanti bila tidak pernah kita
wujudkan. Terpaksa menjalani sesuatu yang
bukan impian kita.
Sungguh, dimanapun kita. Pilihan untuk
mewujudkan impian hampir tidak pernah mudah.
Kita tidak seberuntung orang lain mungkin, yang
impiannya mendapat dukungan orang-orang
dekat. Bahkan impian kita mungkin akan
membuat kita jauh dari orang-orang. Hanya
sedikit saja dari mereka yang mau membersamai.
Hanya sedikit saja orang yang mau memahami.
Pilihan mewujudkan impian bukanlah pilihan yang
mudah. Karena kita harus siap berkorban banyak
hal. Tapi, ada satu hal yang mungkin tidak akan
pernah terbeli dari apapun, kedamaian hati.
Rumah, 31 Mei 2014 | ©kurniawangunadi
tidak diutarakan, ada saja hal-hal yang
memenuhi pikirannya. Tentang sesuatu yang
ingin dicapainya di masa-masa yang akan
datang. Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu
dengan kejadian yang membuat saya paham
bahwa impian sekecil apapun membutuhkan
pengorbanan.
Kadang atau mungkin sering, impian kita
dipandang tidak berharga oleh orang lain.
Dicemooh oleh orang lain. Ditertawakan bahkan
diragukan. Sampai-sampai membuat kita sendiri
ragu terhadap impian yang kita miliki. Membuat
kita urung untuk mewujudkannya karena takut
ditertawakan atau dipandang aneh. Impian yang
hidup dalam diri kita perlahan-lahan kita
abaikan.
Saya paham, bahwa untuk mewujudkan impian
itu ada harga yang harus dibayar. Entah dengan
berlelah belajar, bekerja keras, kehilangan
relasi, kehilangan kepercayaan, ditertawakan.
Apapun itu. Ketika orang lain melihat sebelah
mata pada apa yang telah saya putuskan, saya
masih memiliki orang-orang yang mendukung
saya untuk mewujudkannya. Impian yang
mungkin tidak akan menjanjikan kelimpahan
materi (uang) dimana orang pada umumnya
begitu mengejarnya. Impian yang mungkin tidak
akan menjanjikan ketenaran ataupun nama
besar, atau posisi penting.
Impian itu, biar sekecil apapun, biar dianggap
sepele orang lain. Namanya tetap impian.
Mungkin, impian kita tidak seperti keinginan
orang tua atau pendapat masyarakat, tapi dia
tetap impian. Sesuatu yang akan terus hidup
bahkan mungkin sampai kita mati. Terngiang-
ngiang di hari tua nanti bila tidak pernah kita
wujudkan. Terpaksa menjalani sesuatu yang
bukan impian kita.
Sungguh, dimanapun kita. Pilihan untuk
mewujudkan impian hampir tidak pernah mudah.
Kita tidak seberuntung orang lain mungkin, yang
impiannya mendapat dukungan orang-orang
dekat. Bahkan impian kita mungkin akan
membuat kita jauh dari orang-orang. Hanya
sedikit saja dari mereka yang mau membersamai.
Hanya sedikit saja orang yang mau memahami.
Pilihan mewujudkan impian bukanlah pilihan yang
mudah. Karena kita harus siap berkorban banyak
hal. Tapi, ada satu hal yang mungkin tidak akan
pernah terbeli dari apapun, kedamaian hati.
Rumah, 31 Mei 2014 | ©kurniawangunadi
Senin, 06 April 2015
Hari ini saya mengerti makna dari rumus kehidupan...
"Yang terbaik selalu datang di waktu yang tepat"
Rumus ini akan selalu begitu...tak perlu meminta segalanya dipercepat semua kan terjadi di waktu terbaik menurutNya. Kita hanya perlu berikhtiar dan bersabar menunggu segala sesuatunya...Jangan sekali-kali merusak jalan ceritanya. Biarkan Dia yang mengatur skenario kehidupan ini karena hanya Dia yang tahu apa yang terbaik untuk hambaNya
"Yang terbaik selalu datang di waktu yang tepat"
Rumus ini akan selalu begitu...tak perlu meminta segalanya dipercepat semua kan terjadi di waktu terbaik menurutNya. Kita hanya perlu berikhtiar dan bersabar menunggu segala sesuatunya...Jangan sekali-kali merusak jalan ceritanya. Biarkan Dia yang mengatur skenario kehidupan ini karena hanya Dia yang tahu apa yang terbaik untuk hambaNya
Skenario Terbaik
Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air
mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum
penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan
semuanya.
Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin
kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya
sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah
Tuhan melihat semuanya.
Engkau tahu, duhai tokek di kejauhan,setiap kali kau
berseru 'tokekk', aku ingin sekali menghitung, satu
untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau
berbunyi sekali lagi agar jawabannya 'iya', dan
berharap kau berhenti jika memang sudah 'iya', tapi
itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar
semuanya.
Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak
tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa,
mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal
ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana
merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan
menyaksikan semuanya.
Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini,
akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah
nasehat bijak. Kalian tahu, buku-buku cinta yang
indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi
perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh
penulisnya. Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan
kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan.
Percayakan pada yang terbaik.
--Tere Liye
mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum
penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan
semuanya.
Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin
kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya
sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah
Tuhan melihat semuanya.
Engkau tahu, duhai tokek di kejauhan,setiap kali kau
berseru 'tokekk', aku ingin sekali menghitung, satu
untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau
berbunyi sekali lagi agar jawabannya 'iya', dan
berharap kau berhenti jika memang sudah 'iya', tapi
itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar
semuanya.
Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak
tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa,
mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal
ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana
merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan
menyaksikan semuanya.
Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini,
akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah
nasehat bijak. Kalian tahu, buku-buku cinta yang
indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi
perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh
penulisnya. Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan
kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan.
Percayakan pada yang terbaik.
--Tere Liye
Minggu, 05 April 2015
Aku Ingin Menjadi
seperti Siti Hawa.
tidak pernah menyerah keliling dunia untuk dipertemukan dengan Adam-nya.
seperti Siti Hajar.
tidak pernah lelah berjalan antara Shofa dan Marwah untuk menemukan banyu demi Ismail-nya.
seperti Siti Khadijah.
cerdas dan kaya. supaya bersama suaminya bisa berbagi untuk sesama.
seperti Aisyah.
menunggu sampai tertidur di depan pintu saat kesayangannya belum pulang.
seperti Fathimah.
begitu menjaga diri sehingga Allah memberikannya seseorang yang begitu menjaga hatinya.
seperti Ibu.
yang meneladani Siti Hawa, Siti Hajar, Siti Khadijah, Aisyah, dan Fathimah.
yang menjadi teladan untuk kami, anak-anaknya.
aku ingin menjadi yang terbaik.
tidak hanya yang terbaik dari diriku sendiri.
tetapi juga yang terbaik dari yang mungkin kau dapatkan.
yang bisa kau bayangkan.
aku ingin menjadi hadiah untukmu.
seindah pelangi
#reblog_via_rerinyai
tidak pernah menyerah keliling dunia untuk dipertemukan dengan Adam-nya.
seperti Siti Hajar.
tidak pernah lelah berjalan antara Shofa dan Marwah untuk menemukan banyu demi Ismail-nya.
seperti Siti Khadijah.
cerdas dan kaya. supaya bersama suaminya bisa berbagi untuk sesama.
seperti Aisyah.
menunggu sampai tertidur di depan pintu saat kesayangannya belum pulang.
seperti Fathimah.
begitu menjaga diri sehingga Allah memberikannya seseorang yang begitu menjaga hatinya.
seperti Ibu.
yang meneladani Siti Hawa, Siti Hajar, Siti Khadijah, Aisyah, dan Fathimah.
yang menjadi teladan untuk kami, anak-anaknya.
aku ingin menjadi yang terbaik.
tidak hanya yang terbaik dari diriku sendiri.
tetapi juga yang terbaik dari yang mungkin kau dapatkan.
yang bisa kau bayangkan.
aku ingin menjadi hadiah untukmu.
seindah pelangi
#reblog_via_rerinyai
Anak Perempuan Ibu
Besok kalau kamu menjadi pasangan seseorang.
Katakan padanya untuk berjanji dan
mengijinkanmu menjadi apapun yang kamu mau.
Karena menjadi istri bukan berarti tidak lagi bisa
mewujudkan mimpi. Tunjukkan padanya bahwa
kamu tetap memahami peranmu dengan baik dan
tetap bisa menunjukkan tanggungjawabmu.
Bila besok kamu menjadi pasangan seseorang.
Biarkan dia memimpinmu, tapi jangan biarkan dia
menguasaimu. Karena hidup seseorang tidak ada
dalam kuasa tangan manusia. Kamu tetap
memiliki pendapat, kamu tetap memiliki perasaan,
yang itu semua harus bisa kamu kompromikan.
Mengalah tidak selalu menyelesaikan masalah.
Pastikan bahwa laki-laki yang nantinya
mengajakmu hidup bersama adalah laki-laki yang
bisa diajak berdiskusi, bukan menang sendiri.
Pastikan bahwa dia bisa melihat sebuah masalah
dengan sudut pandang yang luas. Bagaimana
kamu tahu itu semua, kamu bisa mengenali
pilihan katanya ketika bicara, kamu pun bisa
mengenali dari setiap keputusan yang dia ambil
dalam hidupnya sebelum ia bertemu denganmu.
Katakan padanya bahwa kamu akan tetap
menjadi dirimu sendiri. Katakan padanya bahwa
suatu hari nanti kamu pasti akan rindu ibu dan
ayahmu, pastikan dia laki-laki yang mengerti hal
itu. Karena ibu telah menjadi ibunya, ayahmu
telah menjadi ayahnya.
Katakan padanya suatu hari, bahwa ia akan
menjadi sebab besar kamu masuk surga,
sementara surganya ada pada ridho orang
tuanya. Buatlah dia percaya bahwa kamu akan
membantunya untuk berbakti kepada
orangtuanya.
Karena anak perempuan ibu ini akan menjadi
bidadari semesta. Ibu tidak akan membiarkanmu
menjadi pendamping laki-laki biasa. Dia harus
luar biasa, setidaknya menurut ibu.
Yogyakarta, 5 April 2015 | (c)kurniawangunadi
Katakan padanya untuk berjanji dan
mengijinkanmu menjadi apapun yang kamu mau.
Karena menjadi istri bukan berarti tidak lagi bisa
mewujudkan mimpi. Tunjukkan padanya bahwa
kamu tetap memahami peranmu dengan baik dan
tetap bisa menunjukkan tanggungjawabmu.
Bila besok kamu menjadi pasangan seseorang.
Biarkan dia memimpinmu, tapi jangan biarkan dia
menguasaimu. Karena hidup seseorang tidak ada
dalam kuasa tangan manusia. Kamu tetap
memiliki pendapat, kamu tetap memiliki perasaan,
yang itu semua harus bisa kamu kompromikan.
Mengalah tidak selalu menyelesaikan masalah.
Pastikan bahwa laki-laki yang nantinya
mengajakmu hidup bersama adalah laki-laki yang
bisa diajak berdiskusi, bukan menang sendiri.
Pastikan bahwa dia bisa melihat sebuah masalah
dengan sudut pandang yang luas. Bagaimana
kamu tahu itu semua, kamu bisa mengenali
pilihan katanya ketika bicara, kamu pun bisa
mengenali dari setiap keputusan yang dia ambil
dalam hidupnya sebelum ia bertemu denganmu.
Katakan padanya bahwa kamu akan tetap
menjadi dirimu sendiri. Katakan padanya bahwa
suatu hari nanti kamu pasti akan rindu ibu dan
ayahmu, pastikan dia laki-laki yang mengerti hal
itu. Karena ibu telah menjadi ibunya, ayahmu
telah menjadi ayahnya.
Katakan padanya suatu hari, bahwa ia akan
menjadi sebab besar kamu masuk surga,
sementara surganya ada pada ridho orang
tuanya. Buatlah dia percaya bahwa kamu akan
membantunya untuk berbakti kepada
orangtuanya.
Karena anak perempuan ibu ini akan menjadi
bidadari semesta. Ibu tidak akan membiarkanmu
menjadi pendamping laki-laki biasa. Dia harus
luar biasa, setidaknya menurut ibu.
Yogyakarta, 5 April 2015 | (c)kurniawangunadi
Sabtu, 04 April 2015
![]() |
Ketika segala momen, pengalaman
hidup dan pemikiran dirasa tidak bisa diingat dengan baik oleh memori, hanya
ada 3 alat untuk merekam jejak: video, foto dan tulisan. Dengan segala
keterbatasan layaknya seorang manusia, hanya dua hal yang bisa dilakukan untuk
mengatasi keburaman ingatan yaitu dengan memfoto atau menulis….Seperti hari ini
saya memilih meng up load sisa memori yang ada dari hasil utak-atik
laptop. :)
Next Dream
![]() |
| next city after Makassar |
![]() |
| M.Art (soon) |
Yogyakarta……
Kota selanjutnya yang menjadi
tujuan Ima untuk mewujudkan mimpi. Semoga kota ini bersahabat dan berkenan menampungku selama
mencari dan menuntaskan mimpi-mimpiku atau (juga) boleh sekalian menemukanmu
disana (jodohku) hehehe… Semoga mimpi menginjakkan kaki di kota ini segera tiba.
Konon katanya ada kampus bernama UGM disana. In sya Allah kampus itu menjadi
tempat Ima menimba ilmu “Kajian Media dan Budaya” di Sekolah Pasca Sarjana nya.
Aamiin… Wait me UGM, see u soon….
quote
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono
Jumat, 03 April 2015
satu hal
Mungkin satu hal itu yang masih menjadi teman di langit. Kelak aku berdoa hal itu bisa menjadi teman(ku) untuk bisa berbagi semua yang menggema dalam dunia(ku)
Diriku yang sesungguhnya adalah aku yang sedang sendirian. Dunia dimana aku, hati dan pikiranku memainkan perannya. Melakukan hal absurd yang ku mau. Hati dan pikiran adalah teman imaji terbaikku. Mereka membawaku melihat dunia lain yang riuh seriuh dunia di pandangan mataku tapi riuhnya dunia itu hanya ada dalam pikiran dan hatiku saja. Teman imajiku membawaku berimajinasi melampaui ruang dan waktu. Postingan ini absurd seabsurd yang ngepost. hehehe...Betapa mengerikannyq pikiran orang-orang yang sedang sendiri..
Terima kasih tuk hari baik yang telah terlalui. Semoga terus jadi ima yang apa adanya. Yang selalu share kebaikan dan ceritakan mimpi-mimpinya pada dunia karena semakin banyak yang tahu semoga makin banyak juga yang mengamiinkan. Karena doa dari sahabat semua membantu menggetarkan langit-langitNya hingga mimpinya ima jadi nyata...
Kamis, 02 April 2015
Assalamu'alaikum Jodohku...
“ Mencintai masa lalumu. Masa kinimu. Masa depanmu.Mencintai yang kau miliki dan yang tidak kau miliki. Mencintai yang kau bisa dan yang tidak kau bisa. Mencintai pekerjaanmu. Mencintai keluargamu. Mencintai teman-temanmu. Mencintai mimpi-mimpimu. Mencintai tempat tinggalmu. Mencintaimu saat kau dekat dan saat kau jauh. Mencintaimu saat kau bicara dan saat kau diam. ”
#temanimaji #prawitamutia
*Begitulah aku yang sedang belajar mencintaimu seutuhnya. Sampai bertemu kelak di hari baik dan waktu terbaikNya :-)
“ Mencintai masa lalumu. Masa kinimu. Masa depanmu.Mencintai yang kau miliki dan yang tidak kau miliki. Mencintai yang kau bisa dan yang tidak kau bisa. Mencintai pekerjaanmu. Mencintai keluargamu. Mencintai teman-temanmu. Mencintai mimpi-mimpimu. Mencintai tempat tinggalmu. Mencintaimu saat kau dekat dan saat kau jauh. Mencintaimu saat kau bicara dan saat kau diam. ”
#temanimaji #prawitamutia
*Begitulah aku yang sedang belajar mencintaimu seutuhnya. Sampai bertemu kelak di hari baik dan waktu terbaikNya :-)
Langganan:
Postingan (Atom)






