Jumat, 10 April 2015

Kutipan Buku

Kutipan Buku Inspiratif " Ya Allah, Siapa Jodohku? "
Buku inspiratif ini ditulis oleh Ahmad Rifa'i Rif'an.
Lets Cekidot ^^

Jodoh emang Tuhan yang nentuin, tapi untuk
mendapatkannya, kita diminta untuk ikhtiar. Bukan
dengan diam menanti.

Wanita yang dijamin masuk surga itu mengungkapkan
cintanya. Seperti Khadijah yang mengagumi
Muhammad.

Inilah janji Allah : orang baik akan dipertemukan
dengan orang baik.

Kalau kita sudah dekat dengan Allah, surga aja
dikasih. Apalagi cuma jodoh. Itu sangat mudah bagi
Allah.

Rabbii laa tadzarnii fardan.. Tuhanku, jangan
biarkan aku sendiri.

Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan
jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-
Alikan kekasihmu.

Jika ada orang yang bilang sangat mencintaimu
padahal ia suka meninggalkan shalat, tak pernah baca
Al-Qur'an, puasa Ramadhan jarang, segera
tinggalkan dia. Tuhannya yang setiap hari
mengaruniakan rezeki berlimpah saja tak ia cinta,
apalagi dirimu.

Allah, asal cinta-Mu terus mengalir, ku tak peduli
meski celaan manusia tiada akhir.
Wanita yang mulia adalah yang paling ringan mas
kawinnya.

Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat.
" Hey, ini malam minggu. Ngapain dirumah aja?
Kasian amat."

" Iya mau dirumah aja. Kata mama, malem minggu
banyak setan keluyuran. Apalagi ditempat yang
remang-remang. Setannya lagi galak-galaknya. "
Hehe.

" Hari gini masih jomblo? Ke laut aja daaah... ! "
" Hari gini masih pacaran? Ke neraka aja daaah... ! "

Nikah itu menyukseskan, mengayakan, menenangkan,
memapankan.

Lebih penting mencintai yang dinikahi daripada
menikahi yang dicintai.

Syukurilah apa yang sudah kau yakini untuk kau pilih
menjadi kekasih halalmu. Tak ada manusia yang
sempurna. Manusia didampingkan dengan jodohnya
justru agar mereka bisa saling melengkapi yang belum
lengkap. Menyempurnakan yang belum sempurna.

Ungkapkan seperti apa kekasih halal yang akan
engkau idamkan. Sebutkan secara detail pada Allah
segala kriteria baik yang engkau harapkan hadir
dalam diri jodohmu kelak.

Jadilah perempuan yang lembut tetapi tegas. Santun
tetapi berani mempertanyakan hal seserius ini.

Pria yang baik tidak akan pernah mengecewakan
perempuan yang dicintainya. Pria yang baik tidak
akan pernah membuat wanitanya menunggu terlalu
lama. Pria yang baik akan datang menjemput wanita
yang dicintainya sesegera mungkin.

Hidup adalah perjalanan panjang namun hanya punya
satu tujuan: mengabdi kepada Sang Pemilik Hidup.
Cinta dan sayang itu harus dibuktikan dengan aksi
yang nyata.

Tiduuuuuuuur terus, kapan kerjanya?
Galaaaaaaaau terus, kapan senengnya?
Belanjaaaaaa terus, kapan sedekahnya?
Pacaraaaaaan terus, kapan nikahnya?

Kecantikan sejati yang tak mudah terkikis oleh usia,
adalah kecantikan dalam jiwamu. Kecantikan hatimu.
Dengan bertahajud aura yang kau pancarkan jauh
lebih berkilau, karena pancaran itu hadir dari cahaya
Tuhan.

Keccantikan jiwa akan memancarkan aura yang jauh
lebih berkilau dibandingkan dengan kecantikan fisik.

Cantiknya fisik akan berkurang seiring pertambahan
usia, sementara cantiknya jiwa tak akan luntur
meski usia telah merenta.

Nikahilah para wanita karena 'dien' nya. Sungguh
budak perempuan yang sebagian hidungnya terpotong
dan telinganya sobek, berkulit hitam (tetapi)
memiliki 'dien' adalah lebih utama.

Kekasih yang saleh: saat cinta ia akan
memuliakanmu, saat marah ia tak akan
menghinakanmu.

Jatuh cinta itu keputusan, bukan kebetulan. Cinta
hadir bukan karena diundang. Cinta hadir karena
kita mengizinkan jiwa untuk jatuh cinta.

Bukti paling nyata bagi orang yang benar-benar
mencintaimu adalah khitbah, lalu nikah.

Cinta itu seperti layaknya iman, diucap dengan lisan,
diyakini dalam hati, lalu diungkapkan dengan
perbuatan. Diungkapkan dengan I Love You.

Dirasakan dalam Qalbu. Dibuktikan dengan Qobiltu.
Kalau cuma bilang I love you berjuta kali, balita juga
bisa.

Cinta memang tak selalu berwujud kata-kata
romantis, bisikan mesra, atau tatapan sayang seperti
yang digembor-gemborkan drama picisan. Cinta lebih
merupakan perjuangan yang tak jarang berlumur
peluh dan air mata untuk membawa keluarganya
menuju kebahagiaan sejati. Bahagia menggapai
keridhaan Tuhan.

Jangan menilai keromantisan dengan sepotong
cokelat, sepucuk mawar, atau kalimat-kalimat gombal
yang membuatmu melayang terbuai oleh rayu. Karena
sungguh, akhlak yang mulia adalah keromantisan
yang tiada duanya.

Cinta selalu mengharapkan perbaikan diri, perbaikan
sikap, perbaikan hati. Cinta selalu mendamba
kebaikan bagi yang dicintainya.

Rasulullah mewasiatkan, manusia beruntung adalah
yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Manusia
merugi adalah yang hari ini sama dengan hari
kemarin. Sedangkan yang hari ini lebih buruk dari
hari kemarin, di cap sebagai manusia yang celaka.

Suami istri itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak
sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah
persis berdampingan, tapi tujuannya sama. Walau tak
pernah bisa ganti posisi, namun saling melengkapi.
Selalu sederajad, tidak ada yang lebih rendah atau
yang lebih tinggi. Bila yang satu hilang, maka yang
lain tak punya arti.

Mau minta tolong siapa lagi kalau nggak ke Allah.
Jodoh nggak datang-datang banyak sebabnya. Bisa
karena kemaksiatan kita yang belum terampuni. Yang
ini kudu perbanyak tobat.

Allah nggak akan ngubah nasib hamba-Nya yang cuma
twitteran sambil bilang, "semoga nasibku segera
berubah".

Nikah tuh keren banget. Baru bangun tidur di
sebelah sudah ada bidadari yang senyum menyambut,
Met pagi, sayaaang. Habis jemaah subuh, jalan-jalan
pagi ada yang nemenin. Mau keluar ada yang
dipamitin. Sedang kerja ada yang doain. Pas tidur
ada yang dicurhatin. Daripada boros dipakai traktirin
pacar, mending dipakai nafkahi istri. Nafkahin istri
bernilai infak. Nafkahin pacar?
Jangan jadi manusia yang mellow, yang dikit-dikit
nangis karena persoalan cinta yang kadang rumit.
Jadilah manusia yang hebat, yang tetap semangat
meski sedang menghadapi guncangan cinta yang
dahsyat.

Umpama dia di langit, kamu di bumi, kalau dia emang
jodoh kamu, kalian pasti akan ketemu lagi.
Tuhan, pertemukan hamba dengan jodoh terbaik yang
telah Engkau persiapkan untuk hamba. Hamba yakin,
pilihan-Mu tak kan salah.

Tuhan hanya mengabulkan doa orang yang sudah siap
menerima pengabulan doa.

Saat semua orang bertanya, " Apa yang kau sukai
dari dia? " Kau dengan senyum menjawab, " Aku tak
tahu. Yang ku tahu, hadirnya adalah bahagia ku.
Hadirku adalah bahagianya. Hadirnya telah
membuatku dekat dengan Tuhanku." Yakinlah, itulah
jodohmu. Indah bukan?

Aku memang mencintaimu, tapi sungguh aku ingin
lebih mencintai-Nya. Aku memang takut kehilangan
cintamu, tapi sungguh aku jauh lebih takut
kehilangan cinta-Nya. Aku memang ingin memilikimu,
tapi sungguh jiwa ragaku hanya milik-Nya.

Bagaimana mungkin aku memilihmu dan
mendurhakai-Nya, sementara Dia lah penciptaku.
Penantian jodoh terbaik adalah dengan memperbaiki
diri.

Sebelum kau menangis, pastikan dulu bahwa yang
kau tangisi itu adalah orang yang terbaik bagimu.
Jangan pernah meneteskan air mata untuk orang
yang buruk bagimu.

Jangan terlalu mudah dibuat sedih oleh orang yang
belum tentu akan bertemu kita di akad nikah. Air
matamu terlalu sayang untuk menangisi hal itu.

Ketika jarak antara kau dan Tuhan sedemikian jauh,
mana mungkin doamu akan dikabulkan-Nya.
Jika Allah berkehendak untuk menjauhkan keburukan
dan melimpahkan kebaikan kepada hamba-Nya, maka
akan diilhamkan kepada hamba-Nya untuk berdoa.

Sehingga Allah menjadikan takdir doa itu sebagai
faktor penyebab terjadinya takdir yang lain.
Mencintai itu takdir. Menikahi itu nasib. Namun
yakinlah, keduanya bisa diupayakan. Takdir dan
nasib bisa diubah. Rasul bersabda, ubahlah takdirmu
dengan doamu.

Jika ada lelaki yang bilang menyukaimu, tanya
padanya, kapan kau akan menikahiku? ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar