Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air
mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum
penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan
semuanya.
Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin
kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya
sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah
Tuhan melihat semuanya.
Engkau tahu, duhai tokek di kejauhan,setiap kali kau
berseru 'tokekk', aku ingin sekali menghitung, satu
untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau
berbunyi sekali lagi agar jawabannya 'iya', dan
berharap kau berhenti jika memang sudah 'iya', tapi
itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar
semuanya.
Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak
tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa,
mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal
ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana
merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan
menyaksikan semuanya.
Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini,
akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah
nasehat bijak. Kalian tahu, buku-buku cinta yang
indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi
perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh
penulisnya. Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan
kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan.
Percayakan pada yang terbaik.
--Tere Liye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar