Terima kasih terbaik adalah mendoakan. #temanimaji
Senin, 30 Maret 2015
Kamis, 26 Maret 2015
Rabu, 25 Maret 2015
Selasa, 24 Maret 2015
I hope you find A Good Man
“ I hope you find a man who doesn’t just
give you flowers and calls you beautiful, I hope
you find a man who visits your family when
you’re homesick. I hope he goes with you to see
your sick grandma in the hospital, I hope he
gives you space when you need to be alone and
grace when you are not patient with him. I hope
you find a good man, one who will love you for
who you are and not what you can give. I hope
that you find someone who will cherish and
respect you, opening your heart to new and good
things. I hope you find a man who makes you
forget all the other men, who gives you hope in
something more. I hope you find the courage to
be willing to wait for something solid instead of
something flashy, because when you’ve found
that one good man, I know he’ll light up the
stars to see you smile. ”
— T.B. LaBerge // A Good Man
give you flowers and calls you beautiful, I hope
you find a man who visits your family when
you’re homesick. I hope he goes with you to see
your sick grandma in the hospital, I hope he
gives you space when you need to be alone and
grace when you are not patient with him. I hope
you find a good man, one who will love you for
who you are and not what you can give. I hope
that you find someone who will cherish and
respect you, opening your heart to new and good
things. I hope you find a man who makes you
forget all the other men, who gives you hope in
something more. I hope you find the courage to
be willing to wait for something solid instead of
something flashy, because when you’ve found
that one good man, I know he’ll light up the
stars to see you smile. ”
— T.B. LaBerge // A Good Man
Psikologi
Memaksa untuk tidak memikirkan dan merindukan seseorang. Malahan akan membuatmu semakin berpikir tentang dia.
Sabtu, 21 Maret 2015
Ada Seseorang
Ada orang yang tidak kamu sadari perasaannya
sedang memerhatikanmu sedemikian rupa, dari
jauh. Tidak pernah menyebut namamu, bahkan ia
malu mengucapkan namamu karena ia merasa
tidak pernah mampu menyamai derajatmu.
Tapi ia keliru, ia lupa bahwa Tuhannya membaca
hatinya. Dia mampu mendengar hati, sekalipun
namamu tidak pernah diucapkannya. Orang itu
kini sedang berusaha mengenalmu meski tidak
ada tanya-jawab. Ia sedang berusaha
memahamimu meski tidak ada aksi curhat. Ia
berusaha mengenali lingkunganmu, cara
berpikirmu, temanmu, keluargamu, dengan cara-
cara yang mungkin tidak pernah kamu tahu.
Cara-cara yang tidak hanya menjagamu tapi juga
menghormatimu, karena tidak ada orang yang
tahu bila itu sedang terjadi. Dan kamu tetap
tidak menyadari.
Hingga suatu hari ia datang mengetuk pintu
hatimu dengan kata-katanya. Mengetuknya
dengan salam, salam yang penuh penghormatan
sekaligus keberanian. Di dalam keberanian itu
pula ada kesiapan untuk menerima segala jenis
keputusan. Keberanian itu tidak hanya soal
mengungkapkan, tapi juga soal menerima segala
bentuk kemungkinan.
Ia mengejutkamu. Ia juga membuatmu merasa
semua itu terasa khayal. Ia membuatmu merasa
bahwa ini bukan waktunya. Tapi, inilah waktu
yang ditetapkan-Nya. Bahwa tepat atau tidaknya
bukanlah dalam kadar kita yang menentukan.
Entah hari ini atau esok. Kamu akan menyadari
bahwa kedatangannya benar-benar ujian. Ujian
yang akan menjadi sebuah tanda akan keimanan
dan ketaqwaanmu. Seberapa jauh kamu percaya
bahwa hidupmu berada di bawah sebuah rencana
besar Sang Pencipta. Mungkin ia bukan orang
baik, mungkin pula orang baik. Mungkin ia
sedang memperbaiki diri, mungkin pula sedang
tersesat. Kita berharap yang terbaik tapi sering
lupa bahwa yang terbaik itu kadang adalah yang
diperbaiki, bersedia diperbaiki.
Esok atau lusa, kamu akan tahu bahwa untuk
menerima itu membutuhkan hati yang lebih
lapang dan pikiran yang lebih jernih. Bahwa
manusia tidak pernah ada yang sempurna, bahwa
manusia tidak ada yang bersih dari dosa. Tapi
kita diajarkan untuk mengenali mana orang-
orang yang sedang bergerak menuju-Nya dan
mana yang menjauhi-Nya. Karena Dia akan
mempertemukan orang-orang yang sedang dalam
tujuan yang sama.
sedang memerhatikanmu sedemikian rupa, dari
jauh. Tidak pernah menyebut namamu, bahkan ia
malu mengucapkan namamu karena ia merasa
tidak pernah mampu menyamai derajatmu.
Tapi ia keliru, ia lupa bahwa Tuhannya membaca
hatinya. Dia mampu mendengar hati, sekalipun
namamu tidak pernah diucapkannya. Orang itu
kini sedang berusaha mengenalmu meski tidak
ada tanya-jawab. Ia sedang berusaha
memahamimu meski tidak ada aksi curhat. Ia
berusaha mengenali lingkunganmu, cara
berpikirmu, temanmu, keluargamu, dengan cara-
cara yang mungkin tidak pernah kamu tahu.
Cara-cara yang tidak hanya menjagamu tapi juga
menghormatimu, karena tidak ada orang yang
tahu bila itu sedang terjadi. Dan kamu tetap
tidak menyadari.
Hingga suatu hari ia datang mengetuk pintu
hatimu dengan kata-katanya. Mengetuknya
dengan salam, salam yang penuh penghormatan
sekaligus keberanian. Di dalam keberanian itu
pula ada kesiapan untuk menerima segala jenis
keputusan. Keberanian itu tidak hanya soal
mengungkapkan, tapi juga soal menerima segala
bentuk kemungkinan.
Ia mengejutkamu. Ia juga membuatmu merasa
semua itu terasa khayal. Ia membuatmu merasa
bahwa ini bukan waktunya. Tapi, inilah waktu
yang ditetapkan-Nya. Bahwa tepat atau tidaknya
bukanlah dalam kadar kita yang menentukan.
Entah hari ini atau esok. Kamu akan menyadari
bahwa kedatangannya benar-benar ujian. Ujian
yang akan menjadi sebuah tanda akan keimanan
dan ketaqwaanmu. Seberapa jauh kamu percaya
bahwa hidupmu berada di bawah sebuah rencana
besar Sang Pencipta. Mungkin ia bukan orang
baik, mungkin pula orang baik. Mungkin ia
sedang memperbaiki diri, mungkin pula sedang
tersesat. Kita berharap yang terbaik tapi sering
lupa bahwa yang terbaik itu kadang adalah yang
diperbaiki, bersedia diperbaiki.
Esok atau lusa, kamu akan tahu bahwa untuk
menerima itu membutuhkan hati yang lebih
lapang dan pikiran yang lebih jernih. Bahwa
manusia tidak pernah ada yang sempurna, bahwa
manusia tidak ada yang bersih dari dosa. Tapi
kita diajarkan untuk mengenali mana orang-
orang yang sedang bergerak menuju-Nya dan
mana yang menjauhi-Nya. Karena Dia akan
mempertemukan orang-orang yang sedang dalam
tujuan yang sama.
Rabu, 18 Maret 2015
Agamanya...
Ya Allah, aku paham sekarang kenapa Engkau
menganjurkan kami untuk memilih agamanya
daripada harta, keturunan, atau rupa bahkan
yang kita cinta. Sebab, ketika baik agamanya, ia
akan paham bagaimana memperlakukan kami
seperti Engkau perintahkan hingga ketika nanti
Engkau persatukan kami tanpa cinta, dia tak
akan pernah menyakiti istrinya.. Sekalipun.
Sebab, ketika baik agamanya, ia akan paham
bagaimana menghidupi kami sebagaimana Engkau
perintahkan dan ia tak akan pernah
menelantarkan kami tanpa penghidupan. Tak apa
sedikit, semoga dari yang sedikit terletak
keberkahan yang kaya. Selamanya :’)
[Hikmah dari tulisan Ustadz Salim A Fillah,
Bahagianya Merayakan Cinta]
*Agama adalah hakim setelah semua komponen yg lain ada. Semoga aku kamu mereka bertemu dgn si dia yg menjadi sahabat terbaik dalam agama, dunia dan akhirat. Aamiin
menganjurkan kami untuk memilih agamanya
daripada harta, keturunan, atau rupa bahkan
yang kita cinta. Sebab, ketika baik agamanya, ia
akan paham bagaimana memperlakukan kami
seperti Engkau perintahkan hingga ketika nanti
Engkau persatukan kami tanpa cinta, dia tak
akan pernah menyakiti istrinya.. Sekalipun.
Sebab, ketika baik agamanya, ia akan paham
bagaimana menghidupi kami sebagaimana Engkau
perintahkan dan ia tak akan pernah
menelantarkan kami tanpa penghidupan. Tak apa
sedikit, semoga dari yang sedikit terletak
keberkahan yang kaya. Selamanya :’)
[Hikmah dari tulisan Ustadz Salim A Fillah,
Bahagianya Merayakan Cinta]
*Agama adalah hakim setelah semua komponen yg lain ada. Semoga aku kamu mereka bertemu dgn si dia yg menjadi sahabat terbaik dalam agama, dunia dan akhirat. Aamiin
Selasa, 17 Maret 2015
Senin, 16 Maret 2015
“ Siapakah manusia yang paling banyak cintanya? Mungkin ibu? Ah tidak, pasti ibu!”
— Menjadi perempuan berarti memiliki potensi menjadi ibu, meski tidak semua perempuan memiliki kesempatan untuk menjadi ibu. Menjadi laki-laki berarti harus siap berbakti kepada perempuan, ialah ibu. Siapapun perempuan yang nanti hadir dalam hidupnya, bakti utamanya tetap kepada ibu.
#mama
#homesick
#kurniawangunadi
— Menjadi perempuan berarti memiliki potensi menjadi ibu, meski tidak semua perempuan memiliki kesempatan untuk menjadi ibu. Menjadi laki-laki berarti harus siap berbakti kepada perempuan, ialah ibu. Siapapun perempuan yang nanti hadir dalam hidupnya, bakti utamanya tetap kepada ibu.
#mama
#homesick
#kurniawangunadi
Minggu, 15 Maret 2015
Ketika Kita Mengenang ...
![]() |
| FBS UNM |
Kangen tempat ini..….ada
banyak cerita yang terlalui. Kangen cetoleh dan canda tawa mereka. Senang dan
bersyukur pernah kenal dengan kalian semua, mengenal berbagai karakter unik dan
belajar banyak hal dari kalian semua.
Mereka adalah teman seperjuanganku selama menuntut ilmu di kampus ungu melalui segala ombak dan badai yang disediakan alam FBS UNM menyelesaikan my second bachelor. Sederhana apa adanya dengan
kebahagian di setiap hari baik yang telah terlalui.
Semoga kelak kita semua
tertakdirkan tuk bersua lagi dalam keadaan yang lebih indah dari hari ini.
Kalian semua adalah serpihan memori yang takkan pernah hilang dalam kotak
kenanganku. See U on the top guys.
![]() |
| Jurusan Penuh kenangan |
![]() |
| Masih Jurusan dengan Tawa Tiwi |
![]() |
| Jurusan lagi selalu rame dengan mereka |
![]() |
| Es Teler 77 @Panakukang Mall dalam wisata kuliner kite |
![]() |
| Rujak time... @ my lovely dormitory |
Langganan:
Postingan (Atom)











