Ada orang yang tidak kamu sadari perasaannya
sedang memerhatikanmu sedemikian rupa, dari
jauh. Tidak pernah menyebut namamu, bahkan ia
malu mengucapkan namamu karena ia merasa
tidak pernah mampu menyamai derajatmu.
Tapi ia keliru, ia lupa bahwa Tuhannya membaca
hatinya. Dia mampu mendengar hati, sekalipun
namamu tidak pernah diucapkannya. Orang itu
kini sedang berusaha mengenalmu meski tidak
ada tanya-jawab. Ia sedang berusaha
memahamimu meski tidak ada aksi curhat. Ia
berusaha mengenali lingkunganmu, cara
berpikirmu, temanmu, keluargamu, dengan cara-
cara yang mungkin tidak pernah kamu tahu.
Cara-cara yang tidak hanya menjagamu tapi juga
menghormatimu, karena tidak ada orang yang
tahu bila itu sedang terjadi. Dan kamu tetap
tidak menyadari.
Hingga suatu hari ia datang mengetuk pintu
hatimu dengan kata-katanya. Mengetuknya
dengan salam, salam yang penuh penghormatan
sekaligus keberanian. Di dalam keberanian itu
pula ada kesiapan untuk menerima segala jenis
keputusan. Keberanian itu tidak hanya soal
mengungkapkan, tapi juga soal menerima segala
bentuk kemungkinan.
Ia mengejutkamu. Ia juga membuatmu merasa
semua itu terasa khayal. Ia membuatmu merasa
bahwa ini bukan waktunya. Tapi, inilah waktu
yang ditetapkan-Nya. Bahwa tepat atau tidaknya
bukanlah dalam kadar kita yang menentukan.
Entah hari ini atau esok. Kamu akan menyadari
bahwa kedatangannya benar-benar ujian. Ujian
yang akan menjadi sebuah tanda akan keimanan
dan ketaqwaanmu. Seberapa jauh kamu percaya
bahwa hidupmu berada di bawah sebuah rencana
besar Sang Pencipta. Mungkin ia bukan orang
baik, mungkin pula orang baik. Mungkin ia
sedang memperbaiki diri, mungkin pula sedang
tersesat. Kita berharap yang terbaik tapi sering
lupa bahwa yang terbaik itu kadang adalah yang
diperbaiki, bersedia diperbaiki.
Esok atau lusa, kamu akan tahu bahwa untuk
menerima itu membutuhkan hati yang lebih
lapang dan pikiran yang lebih jernih. Bahwa
manusia tidak pernah ada yang sempurna, bahwa
manusia tidak ada yang bersih dari dosa. Tapi
kita diajarkan untuk mengenali mana orang-
orang yang sedang bergerak menuju-Nya dan
mana yang menjauhi-Nya. Karena Dia akan
mempertemukan orang-orang yang sedang dalam
tujuan yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar